Monday, December 3, 2018
KASUS KEMATIAN MAMTAN SOPIR BUPATI LAMPUNG UTARA (YOGI ANDIKA) KEMBALI MENCUAT
Lampung Utara, – Kematian yogi andika mantan sopir bupati lampung utara kembali mencuat pasalnya video hotman paris hutapea pengacara kondang yang diunggah diintragram miliknya @hotmanparisofficial viral disosial media pada hari minggu (2/12/2018)
Kedatangan ibu kandung alm. yogi andika yang didampingi oleh kakak kandung yogi andika dikedai kopi “KOPI JONI” mendapat tanggapan khusus dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dalam video instagram yang berdurasi 1 menit itu hotman menceritakan kronologi kematian alm. yogi andika. yang diduga meregang nyawa setelah tindakan menghakimi sendiri (dianiaya/red) oleh berbagai oknum yang masih dekat dengan kebupatian tersebut.
Ditambahkannya, diduga yang menganiaya ada empat orang yang sebagian adalah oknum aparat, tapi yang jadi tersangka hanya satu orang (ML alias bw). “Dan yang paling penting siapa yang menyuruh, siapa yang menyuruh itu yang harus diungkap,” ujarnya dalam video instagram yang kini booming disosial media.
Dalam video terpisah hotman paris juga memaparkan, saat ini indonesia sudah hampir 100 tahun merdeka, tapi sangat disayangkan pemerkosaan dan pembunuhan masih terjadi dimana-mana.
“Ibu ini datang jauh-jauh dari Lampung, karena anaknya tewas diduga dianiaya oleh empat orang tapi yang jadi tersangka hanya 1 orang, tolong ditanggapi oleh kapolda dan wakapolda lampung,” pungkas Hotman dalam video tersebut.
Ditempat terpisah Hamzah salah satu aktivis keadilan untuk alm. Yogi Andika, yang sempat melakukan Lobg March Lampung Jakarta beberapa bulan yang lalu, saat kami confirmasi dirinya mengatakan semoga bapak kapolda dan wakapolda lampung dapat menanggapi himbauan dari hotman paris tersebut.
“Pada hakekatnya kami hanya menuntut keadilan, karena semua manusia dimata hukum itu sama, semoga kasus yogi andika dapat segera menemukan titik terang,” harapnya sampai berita ini diturunkan, ibu kandung Yogi Andika ataupun kakak kandungnya belum bisa dihubungi, baik via telpon maupun WA. selengkapnya silahkan tonton videonya di instagram @hotmanparisofficial.- (joe_creative)
Sunday, December 2, 2018
WAKIL BUPATI TANGGAMUS HI.AM.SYAFI’I,S.AG., INSPEKSI MENDADAK KONTOR SAT POL PP
Tanggamus – Wakil Bupati Kab Tanggamus Hi.AM.Syafi’i.S.Ag., Didampingi Asisten III Drs.Hi.Firman Ranie.lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Di kantor Sat Pol PP Kabupaten Tanggamus jum’at (23/11/18).
Wakil bupati Kabupaten Tanggamus Hi.AM, Syafi’i., S,Ag., mengungkapkan, Inspeksi Mendadak (Sidak) saat ini sengaja tidak kami beri tahuankan karena kami mau melihat kedisiplinan para Pegawai.Deklain “RATU” ,Ramah Amanah Tagas Unggul.dalam menjalan kan tugas sebagai pelayan Masyarakat.
“Lanjut Wabub, sekali lagi saya harapkan, kita sama sama jalankan dengan penuh tanggung jawab.menjalan kan sesuai dengan fungsinya masing masing,berikanlah contoh yang terbaik untuk kedisiplinan di pemerintah kabupaten tanggamus yang kita cintai ini,”ungkap wabup.
Wakil Bupati Kab Tanggamus Hi.AM, Syafi’i., S,Ag., mengapsen satu persatu Pegawai Sat Pol PP mulai dari para pejabat, pegawai hingga ke tenaga honorer yang di bariskan di depan kantor Sat Pol PP, saat di bariskan dan di apsen satu persatu, hasilnya
“,Wakil Bupati Kab Tanggamus Hi.AM, Syafi’i., S,Ag.,menghimbau untuk paraf absen pagi dan sore harus di pisahkan dan Apa alasan nya mengapsen kan temen.saya tegaskan mulai Minggu Depan absen Pagi Sore Harus dipisahkan. Pungkas Wabub.
Diwaktu itu juga Wakil Bupati Kab Tanggamus Hi.AM, Syafi’i., S,Ag.,minta Kita bikin toleransi kapan absensi akan di tarik kalau bisa jam setengah 9 harus di tarik dan di beri point 100% bagi yang rajin masuk dan bila tidak rajin di kurangi poin.sebagai dasar riwet kedisiplinan,kita ambil mana yang terbaik.ujarnya.
Di Kantor Sat Pol PP ini Jumlah 69 pegawai negeri sipil.kalau bisa Sat Pol PP untuk di jadikan guru, seperti di kelumbayan kekurangan tenaga pengajar/guru.
Wabub menambahkan Kedisiplinan sebagai tanggung jawab seperti “RATU” (ramah amanah tegas unggul) pol pp ini dan harus menerapkan kedisiplinan.
Sesuai dengan aturan dan kebutuhan sesuai dengan pp 53
Sekalai lagi kita junjung azas kedisiplinan imbuh wabup.
Sementara Asisten III Firman Ranie menambahkan, untuk turun piket kalau bisa di rubah, cukup 12 jam saja agar tidak terlalu lelah jadi bisa aplusan setiap hari.ujar Firman Ranie. (Faisol)
Subscribe to:
Posts (Atom)


